Mereka

Setelah belajar mengenai peran dari berbagai sumber, hari ini aku akan menulis tentang beberapa dari mereka, mereka yang pernah dan masih memberi warna pada cerita.

Di mulai dari salah satu guru menulisku, dia yang memperkenalkanku dengan karya-karyanya Fiersa Besari, lalu menyambung ke sekelas penulis Pramoedya Ananta Toer, hingga akhirnya aku tahu banyak buku dan penciptanya. Aku nggak akan cerita banyak soal dia, walaupun banyak pelajaran yang aku dapat dari dia. Dia manusia super bijaksana dalam ceritaku, nasihat-nasihatnya membawaku cukup untuk melangkah maju, mudah mengemukakan pendapat, pandai merangkai kata, realistis, sedikit galak sebab nasihatnya lebih panjang dari omelan Ibu, mungkin itu yang bisa sedikit menggambarkan dirinya. Wawasannya luas, bagaimana tidak, buku yang ia baca saja tebalnya sudah seperti cerita perjalanan hidup. Aku mengenal dia sudah cukup lama, itu sebabnya beberapa teman ingin sekali melihat kita bersatu hanya karena kita memiliki hobi yang senada, aku hanya tertawa menaggapinya, kami punya cerita kami masing-masing. Aku dan dia, kita adalah teman, teman berbagi bahan bacaan, iya peranannya cukup sampai di situ.

--
Ke manusia kedua, aku mau sebut dia Bintang, kenapa? Dulu waktu manusia ini masih jadi bahan tulisanku, aku selalu cari bintang paling terang di angkasa, biar rindunya sampai, itu yang ada di pikiranku saat itu, dan terbawa sampai sekarang. Aku nggak tau dia cinta pertamaku atau bukan, aku ketemu dia sekolah dasar, dia yang jadi alasan, kenapa aku minta hadiah buku catatan sama Ayah. Masih jadi temanku sampai sekarang, dia nggak terlalu aku tampakkan dalam cerita, karena memang dulu aku menyukainya sembunyi-sembunyi, kita masih suka ketemu di acara reuni, masih saling canggung. Dialog singkat yang ia lontarkan, selalu ku jadikan bahan sajak tahunan.


Ohya, beberapa minggu lalu aku baru tahu, kalau ternyata dia juga pandai merangkai diksi, dia terlalu sulit dideskripsikan, karena memang anaknya pendiam, misterius, dan unik.
Tahun ini, kalau Allah mengizinkan aku bertemu dia, sajak tahunannya akan kutulis di blog.


--

Oke, ke manusia terakhir di tulisan kali ini, sebut saja Biru, mungkin kalau kalian mengenalku, nama ini tak lagi asing, dia manusia yang membuatku kembali menulis setelah bertahun-tahun lamanya, dan dia juga manusia yang membuatku makin dikenal sebagai kutu buku.
Nggak tau kenapa, tapi kalau menulis tentang dia, pasti akan panjang ceritanya, ohya, sebelumnya, HI, APA KABAR BIRU? aku nggak tau dia akan baca ini atau nggak, tapi aku selalu percaya tulisanku akan sampai pada muaranya. Oh, tentu aku masih baik-baik saja dengannya, sangat baik, karena dia teman yang baik.  Pelukis Rindu tidak dilanjutkan bukan berarti kami musuhan hehe..


Aksara menjadi mediaku untuk berbicara dengannya kala itu, cerita tentangnya masih menguasai sekitaranku, entahlah, mungkin karena dia manusia terakhir yang kujadikan pemeran utama dalam cerita.
Ceritaku tak melulu soal Biru, tapi hingga detik ini, setiap kali menulis puisi, manusia yang jadi tersangka pertama di balik pembuatannya, pasti dia.


Dalam berbincang denganku, Biru tak pernah melibatkan siapapun, kalau dia bicara dengan satu manusia, ya hanya mencangkup cerita manusia itu dengan dirinya, aku suka caranya yang seperti itu. Ah, dulu aku selalu suka apapun yang berhubungan dengannya.
Jangan tanya kalau sekarang, aku sedang tak mau membahas perasaan.


Aku tak berniat melupakan siapapun, apalagi seorang yang pernah hadir dalam cerita, semua datang dengan peran dan alasan di baliknya, bukan. Kalau kata Fiersa Besari, niatnya diganti jangan melupa tapi mengingat dengan persepsi yang berbeda. Jadi, apa Biru menyakitkan sampai harus diingat dengan persepsi yang berbeda? Tidak, kawan, tidak sama sekali, kan sudah ku katakan dia teman yang baik.
 


Sudah kusudahi dulu ya, karena akan panjang kalau dilanjutkan, intinya aku ingin berterima kasih kepada kalian dan siapapun yang mengisi cerita pada buku catatan. Terima kasih atas peran dan pesan yang kalian sampaikan. Semoga kalian selalu dalam lindungan-Nya.

Komentar

Postingan Populer