Ketika cinta terbesar melihat keberadaan
Ketika intuisi dan hati mampu menembus dinding pertahanan
Aku semakin menatap diriku nanar
Ingin bersua dengan siapa lagi di dunia?
Aku mendekap diriku penuh hangat
Berbisik lirih kepada angin,
Terima kasih sudah menemaniku melebur nestapa
Tapi sungguh, aku hanya ingin berdua
Tangis terhempas
disaksikan jutaan penerang yang menjelma bintang
Awan masih jadi teman ke mana langkahku berjalan
Mau kembalikan yang pernah,
Mau mempertahankan yang ada, atau
Mau mengajakku kembali berkelana?
Aku tak butuh jawaban segera
Aku hanya ingin paham
atas segala rencana-Nya.
Komentar
Posting Komentar