Surat Untuk Isi Semesta #1


Ketika cinta terbesar melihat keberadaan

Ketika intuisi dan hati mampu menembus dinding pertahanan

Aku semakin menatap diriku nanar

Ingin bersua dengan siapa lagi di dunia?

 

Aku mendekap diriku penuh hangat

Berbisik lirih kepada angin,

Terima kasih sudah menemaniku melebur nestapa

Tapi sungguh, aku hanya ingin berdua

 

 Tangis terhempas disaksikan jutaan penerang yang menjelma bintang

Awan masih jadi teman ke mana langkahku berjalan

Mau kembalikan yang pernah,

Mau mempertahankan yang ada, atau

Mau mengajakku kembali berkelana?

 

Aku tak butuh jawaban segera

Aku  hanya ingin paham atas segala rencana-Nya.

Komentar

Postingan Populer