Egois boleh
Aku kalau udah mau sama sesuatu harus, diusahakan. Ya selama baik pasti dibantu Allah. Kalau udah nggak mau ya, nggak mau pokoknya, mau dipaksa gimanapun tetep gamau, seandainya aku mau karena nggak enak, hasilnya nggak akan pas. Jadi, mending ndak usah, bukan? hehe
Lalu,
Seperti biasa, pikiran minta diskusi hehe..
Pertama, bicara mengenai kesempatan 1,2 atau bahkan 10, aku siap sedia, tapi... kamu tahu kan kertas? kalo udah lecek, walaupun masih bisa digunain, kertasnya nggak akan serapi pertama.
Kedua, mengenai pilihan, ketika pilihanku nggak sejalan dengan orang lain, alasannya karena ini aku, bukan kamu, atau bahkan dia. Pengalaman dan hal yang terjadi di hidup setiap manusia kan beda-beda, jadi nggak perlu aneh kalau ada yang punya pilihan beda.
Pilihan juga tercipta karena pikiran yang dikelola nggak sembarangan, kalau aku sih gitu. Jadi, ada alasan mendasar kenapa pilihan itu dijadikan pilihan.
Ketiga, duh kalau aku boleh minta, aku nggak mau deh paksa manusia lain masuk ke dalam cerita yang sama sekali dia nggak mau tahu, karena aku nggak tahu apa yang terjadi sama pikirannya hari itu dan yang akan datang. Kita memang nggak punya kuasa atas pikiran orang lain, nah maka dari itu seusaha mungkin aku nggak mau ganggu pikiran manusia lain cuma karena hal yang belum jelas, karena ndak enak asli digituin hehe.
Mengalami hal pertama yang terjadi di dalam hidup emang nggak mudah ya, bikin pusing, apalagi buat manusia overthinking. Nggak mau mikirin, pikirannya nggak bisa diajak kompromi, hfft... Pengennya yang udah ya udah, tapi susah.
Terus tentang persepsi yang dibangun karena cuma melihat huh asik banget ya emang nebak-nebak cerita orang lain, sampai lupa kalau bukan kita yang nulis skenario.
Pokoknya hati-hati ya, egois boleh kok, tapi hati-hati. Jangan lupa komunikasi karena penting ting ting, daripada harus main sama isi kepala sendiri yang belum pasti, mending kalau sampai tujuan, kalau salah halauan kan malu hehe kalau nggak ganggu orang lain sih ndak jadi masalah.
Lalu,
Seperti biasa, pikiran minta diskusi hehe..
Pertama, bicara mengenai kesempatan 1,2 atau bahkan 10, aku siap sedia, tapi... kamu tahu kan kertas? kalo udah lecek, walaupun masih bisa digunain, kertasnya nggak akan serapi pertama.
Kedua, mengenai pilihan, ketika pilihanku nggak sejalan dengan orang lain, alasannya karena ini aku, bukan kamu, atau bahkan dia. Pengalaman dan hal yang terjadi di hidup setiap manusia kan beda-beda, jadi nggak perlu aneh kalau ada yang punya pilihan beda.
Pilihan juga tercipta karena pikiran yang dikelola nggak sembarangan, kalau aku sih gitu. Jadi, ada alasan mendasar kenapa pilihan itu dijadikan pilihan.
Ketiga, duh kalau aku boleh minta, aku nggak mau deh paksa manusia lain masuk ke dalam cerita yang sama sekali dia nggak mau tahu, karena aku nggak tahu apa yang terjadi sama pikirannya hari itu dan yang akan datang. Kita memang nggak punya kuasa atas pikiran orang lain, nah maka dari itu seusaha mungkin aku nggak mau ganggu pikiran manusia lain cuma karena hal yang belum jelas, karena ndak enak asli digituin hehe.
Mengalami hal pertama yang terjadi di dalam hidup emang nggak mudah ya, bikin pusing, apalagi buat manusia overthinking. Nggak mau mikirin, pikirannya nggak bisa diajak kompromi, hfft... Pengennya yang udah ya udah, tapi susah.
Terus tentang persepsi yang dibangun karena cuma melihat huh asik banget ya emang nebak-nebak cerita orang lain, sampai lupa kalau bukan kita yang nulis skenario.
Pokoknya hati-hati ya, egois boleh kok, tapi hati-hati. Jangan lupa komunikasi karena penting ting ting, daripada harus main sama isi kepala sendiri yang belum pasti, mending kalau sampai tujuan, kalau salah halauan kan malu hehe kalau nggak ganggu orang lain sih ndak jadi masalah.
Komentar
Posting Komentar