Rampung
Ini akan jadi surat terakhir yang kutulis untukmu, tanpa melibatkan kata mungkin.
Sejak memutuskan untuk mengakhiri Sedna, aku ingin ikhlas tak hanya menjadi temanku, lebih jauh dari itu, aku ingin ia selalu membersamaiku.
Tokoh Biru memang begitu memberi kesan dalam cerita yang kutulis, dan aku terlalu jatuh menaruh kekaguman terhadap sosoknya, hingga membuatku terus mengelak, bahwa aku juga butuh diterima.
6 tahun, aku biarkan perasaanku begitu keras kepala bertahan, sampai akhirnya kutemukan banyak hal, tapi tidak dengan rasa cukup.
Kalimat-kalimat yang ku layarkan ternyata bukan tak sampai tujuan, namun justru kau kembalikan. Ternyata tanpa adanya penolakan, perasaan juga bisa tenggelam pada rasa sakit yang begitu dalam.
Meski kata kita memang tak pernah ada, namun jalanmu yang abu-abu, membuatku mengira akan ada hal yang nyata di depan sana.
Dan, kalau nanti kau temukan suratku sebelum ini, aku sudah melepasmu dalam cerita yang kutulis maupun kuhadapi.
Maka, saat dan beberapa minggu sebelum surat ini dibuat aku sudah memutuskan untuk tidak lagi ingin memiliki sosok Biru dalam duniaku.
Dan, aku pastikan tidak akan adalagi paragraf setelah ini.
Komentar
Posting Komentar