Hai

Hi, apa kabar?
Masih ingat aku? Si perempuan yang hanya berani mencintaimu dalam kata.
Sudah lama tak menulis tentangmu, rindu.

Ah, lagi-lagi aku bicara soal rindu, padahal aku tahu semuanya semakin tak jelas untuk dituju.

Kata yang kurangkai dulu begitu mudah sampai pada muaranya
Hingga akhirnya, keadaan menguasaiku
Kini, aksara yang kugoreskan tak lagi punya tujuan

Aku menjelma penyair sendu
Sebab kau yang tak lagi ada dalam jangkauanku
Aku menjadi pembual handal,
Sebab menggunakan kalimat bahagia hanya untuk menutupi luka.

Halaman-halaman yang pernah mengabadikanmu, tak lagi berani ku sentuh
Entahlah, apa harus kita kembali menjadi dua orang asing?

Apa kau terlalu takut menggangguku yang sedang berkemas?

Ketahuilah, sekalipun ada cerita baru, ceritamu masih abadi dalam kepalaku.


Komentar

Postingan Populer