Cuma butuh sadar

“Karena aku pikir kamu nggak butuh aku.”

Pernah dengar kalimat itu keluar dari manusia yang kamu sayang atau mungkin manusia di sekitarmu? 

Baik, kata “butuh” dalam kbbi artinya sangat perlu menggunakan;memerlukan

Aku sempat kebingungan mengartikan kata butuh dalam hal ini, karena setahuku aku lebih tahu apa yang aku butuhkan dibanding siapapun, termasuk manusia terdekatku. Sama halnya ketika aku merasa lemas, aku lebih membutuhkan obat magh dibanding makan, meski pada akhirnya aku akan makan. 

Meski kami sudah pernah berdiskusi mengenai peran setiap manusia, tak lantas membuatnya mengerti kalau mungkin saja aku masih membutuhkan peranannya di hidupku, iya mungkin saja, karena sekarang semua tentangku dan dia adalah kemungkinan. 

Bagaimana mungkin semua upaya yang aku lakukan masih membuatnya tak merasa diterima, sialan!

Maaf tapi ini benar-benar sialan, oke kalau ini terlalu kasar anggap saja kata sialan tidak ada, ah tapi kenapa harus minta maaf  aku bebas menuliskan apapun, toh ini blogku dan aku menulis untukku, tidak untuk siapapun.

Aku tidak bermaksud untuk main hitung-hitungan karena kami sedang tidak berada dalam pelajaran matematika atau statistik. Kami ada di cerita yang sudah lama ia biarkan berada di tengah kata iya atau tidak. Iya, mungkin sebagian manusia tahu kalau perasaan adalah tanggung jawab masing-masing, tapi nggak lantas membuat kita membiarkan manusia lain kebingungan atas perannya di hidup kita, jadi ya harus diperjelas.

Beda halnya kalau aku membawa Tuhan dalam tulisan ini, mungkin Dia yang lebih tahu, bahkan jauh lebih tahu apa yang aku butuh dibanding aku. Well, apa yang aku ingin emang nggak selalu sampai ke aku, makannya kadang-kadang rasa syukur ditaruh ke nomor sekian padahal tanpa sadar aku dikasih lebih dari apa yang aku ingin. Seperti halnya ketika aku mengupayakan seseorang untuk tetap ada di dalam ceritaku, kemudian aku jaga dia mati-matian, namun dia lebih memilih ke cerita yang lain daripada melanjutkan lembaran bersamaku. Aku mungkin saja merasa hancur, bahkan ingin berhenti di lembaran terakhir ketika dia masih ada, dan tanpa sadar aku membiarkan tokoh-tokoh lain terabaikan, padahal mereka punya peran penting di dalamnya, bahkan jauh lebih penting dari manusia yang aku dambakan.

Aku seperti mengejar cahaya yang nggak pasti di depan sana, padahal ada seseorang yang dengan sangat baik tanpa diminta menerangiku sepanjang jalan. Nggak hanya itu, aku punya mereka yang nggak perlu aku cari jauh-jauh, yang nggak perlu aku mintai dukungan, yang nggak perlu aku rengekan kabarnya, mereka sudah memberikannya dengan utuh.

Tuhan memang romantis, aku saja yang suka lupa buat lap jendela, padahal masih banyak hal baik yang bisa aku lihat tapi aku malah membiarkan kaca jendelaku kotor.

Seperti kejadian yang baru saja terjadi, ketika aku yang tiba-tiba saja ingin pergi ke minimarket dan tahu kalau angin sudah mulai kencang, tapi lebih memilih untuk terus jalan. Dan ya seperti biasanya juga jalan sendirian itu enak banget buat dipakai bicara sama diri sendiri. Begitu melihat langit, aku langsung cerita banyak hal termasuk rasa takutku akan seseorang yang sampai detik ini masih jadi tempat paling aman untukku menuangkan cerita, dan satu kalimat yang aku ingat keluar dari mulutku, “Kayanya aku udah terlalu sering disuruh belajar menjaga seseorang dalam cerita, aku juga mau tahu rasanya dijaga.” Protesku sedikit, karena di sini aku masih lupa tentang banyak hal yang nggak aku sadari. Dan  begitu keluar dari minimarket, ternyata banyak manusia yang berteduh, dan aku tetap santai jalan karena masih gerimis, aku juga suka sama hujan jadi kenapa harus neduh (gakdeng) karena nanggung akhirnya ku terobos, ternyata pas udah mau deket hujannya makin kencang, yaudah deh terpaksa aku neduh, nggak lama.. ada anak laki-laki yang jemput aku pakai payung sembari ngedumel, “Udah tahu mau hujan, ngapain sih keluar.”

Nggak tahu dia bicara kaya gitu karena kesal harus keluar jemput aku atau apa, tapi menurutku ini hal romantis dari Tuhan, nggak perlu nunggu waktu lama, aku tahu rasanya dijaga.

Komentar

Postingan Populer